Bitchiness is not a Crime

Just another woman who try to look wise

Another debate on God

Just this afternoon I got into a mild debate – that I absolutely think win, about god and praying… this time with my mother.

Just like many, my mom thinks that you can pray for anything to god – well I believe we can, but I am sure god works in a different flow.

We’re talking about praying… let me remember what we said.
Though, not quite remember how we got into this argument..

Mom: well, you can pray for money to god… praying can give you that.
Me: what? I don’t pray for money to god. I pray for forgiveness, strength, for got to show me the way. You can’t ask for money.
Mom: how can you talk like that? Just like someone without religion?!
Me: hey, if god gives me money, I thank god for it, but if not, that’s okay. All I need is forgiveness and for god to put me in heaven, that’s all thay matters for me.
Mom: silence

I am very disappointed on my mom. How can anyone be so materialistic to ask god for worldly things, while all that matters are the things beyond our material things.
I believe, what we have now, is not ours… we are handed responsibilities to do good with what we have.

Please don’t look so surprised… I told you already, I’ve found my answers a long time ago. I’ve been in search for god ever since I am 8 years old, I’ve passed the atheist section of my life.

Then I come to think, there so many people like my mom… and funny, I remember of what one of my parents told me years ago, no matter who they are, you cannot save them unless god wants them to be saved… not even if they are your parents.
Ironic!

How exactly people think about god anyway? Miracles all the way? To be alive is a miracle itself, what more one can ask?
I would feel ashamed to ask god for more money… I don’t think god gives a damn to greed!! What I have now, it’s actually more than enough. To have more means that I would have to carry more excess bagage, not sure I have the power yet.

I am sinful, and to act like a saviour is beyond my capability… but I just wish people would stop abusing prayers for mere things.

Advertisements

January 2, 2011 - Posted by | B*tching, Family, God, In between, Philosophy

11 Comments »

  1. bukan cuma ateis ya, yang bisa materialistik ? ^_^.

    Sisi bagusnya : ternyata manusia bisa materialistik dengan tetap percaya Tuhan…:D

    Met Tahun Baru , Mbak Hapitri….

    Comment by lovepassword | January 3, 2011 | Reply

    • Hahahahhaa…
      Pada dasarnya manusia emang matre mas, ga terbatas pada kepercayaan. Udah bawaan genetik 😉

      Sedihnya… manusia memanfaatkan tuhan untuk keuntungan pribadi, bisa dilihat dari berkembangnya profesi nabi2 jaman modern – ngaku haji, ustad, ahli agama, etc. Padahal cuma tukang jual obat… eh ayat ding – agak2 mirip soalnya.

      Happy new year juga mas Eko, semoga makin sukses… udah ada atau belum nech buku keduanya? 😉

      Comment by Miss Cynic | January 3, 2011 | Reply

  2. Pendapat Mbak Hafitri sgt menyentuh, fokus dan dalam…
    Pendapat Ibunda sangat komprehensif dan sumarah…

    Ada orang yg berdoa dgn doa “sapujagad” karena meyakini manakala Tuhan mengabulkan doanya dan menganugrahinya kesejahteraan dunia akhirat, pasti inklusif didalamnya berbagai hal pendukung kesejahteraan dunia a.l. uang, status sosial dll.
    Namun Ada pula yg doanya “mendetail”, bukan karena matre atau khawatir Tuhan tidak memberi yg detil (misalnya uang dll), melainkan lebih sbg ekspresi/pengakuan bhw sekeras apapun ikhtiar/usaha manusia mencari kehidupan (uang dll) tetap saja Tuhan adalah Sang penentu dan pemberi Rizki sekecil atau sebesar apapun rizki ybs….

    Manapun yg dilakukan, yg lebih bermakna tentu adalah niat dan nilai keimanan dirinya kpd sang Khaliq…….
    wallahu’alam

    Comment by Irawan Danuningrat | January 5, 2011 | Reply

  3. terima kasih mas Irawan…
    buat saya kl soal keduniawian mah kita yg harus kerja keras, nyangkul siang malem… dan berharap moga2 apa yg kita lakukan diridhoi.
    sedangkan soal tujuan doa… harusnya kan bukan soal duniawi, lah wong pas koit kita kan ga bawa apa2 😛

    Comment by Miss Cynic | January 11, 2011 | Reply

    • great, saya sependapat dan setuju 100%.
      Namun dmk saya juga harus setuju kpd siapapun yg berdoa memohon dicukupkan kebutuhannya di dunia. Mengapa? karena dalam lafal doa yg diajarkan Allah swt dlm Surat Al Baqarah 201: “Robbana aaatina fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa adzaaban-naar”: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka 127”.
      Pada ayat berikutnya (QS 2:202)Allah swt berfirman: “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (QS. 2:202)

      Dalam kaitan tsb Allah swt justru mengajari kita bhw manusia sepatutnya memohon kepada-Nya kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat“. Karier, status sosial dan harta termasuk aspek fundamental dari “fid-dunyaa hasanah”. Lebih jauh lagi, Allah senantiasa mengajarkan kita berdoa utk “fid-dunyaa hasanah” dulu, dan kemudian diikuti dgn “fil aakhiroti hasanah” dlm firman2-Nya.

      Bahkan dgn wording doa sbgmn diajarkan dlm ayat QS 2:201 itulah yg membuat usaha dan kerja keras kita membuahkan hasil yg diridlai Allah swt sbgmn termaktub dlm QS 2:202, bukan berarti utk dibawa mati, melainkan agar lebih mudah memperbanyak ibadah dan amal saleh (umrah, naik haji, menghajikan saudara, menghajikan tetangga, teman, potong qurban, zakat fitrah, zakat mal, shadaqah, amal jariyah, infaq dll… sungguh sangat memerlukan biaya loh…. hehehe.
      Melalui amal jariyah tsb tak disangsikan lagi semakin besarlah peluang mendapat “aakhirati khasanah” yg senantiasa kita idam2kan.

      Kita tak perlu jengah memohon kelapangan dan kesejahteraan duniawi, karena semakin banyak rizki-Nya yg kita terima di dunia semakin besar peluang mencapai “aakhirati khasanah…..”.

      wallahu’alam.

      Comment by Irawan | January 11, 2011 | Reply

      • bukannya ada juga ayat yg mengklarifikasi ayat tersebut yah? (sorry lupa ayat yang mana – gw pernah ngafalin lokasinya)…. “Apa-apa yang kau anggap baik untukmu, belum tentu yang terbaik yang diberikan Rab-mu” — or something like that!! hahaha…

        Comment by Miss Cynic | January 13, 2011

      • Apakah yg Mbak maksud QS 2:216 yg berbunyi: ……“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak. mengetahui.” (Al-Baqarah ayat 216)

        Itu sebabnya saya setuju 100% dgn pendirian Mbak Hafitri juga setuju 100% dgn pendapat Ibunda karena keduanya bersumber pd ayat2 dlm Al-Qur’an.

        Selaras dgn QS 2:216 tsb, tentu pendirian dan doa yg saya panjatkan diyakini sbg hal terbaik bagi saya, padahal belum tentu dmk menurut Allah swt. Begitu pula pendirian dan doa si B tentu diyakini sbg doa terbaik baginya padahal belum tentu menurut Allah swt.
        Terlepas dari itu, sepanjang pendirian dan doa kita bersumber pd prinsip2 dan doa yg diajarkan Allah swt dlm al Qur’an, insyaAllah hal tsb akan membuahkan kebaikan bagi kita.

        salam

        Comment by Irawan Danuningrat | January 13, 2011

      • Sepertinya ayat yg ini, tp msh byk bukan ayat2 yg merefer pada hal ini?

        Comment by Miss Cynic | January 16, 2011

      • Rasulullah bersabda : “Siapa yang telah mendapat izin untuk berdoa, berarti telah dibukakan baginya pintu rakhmat, dan tiada dimintai sesuatu yang lebih disukai oleh Allah daripada dimintai maaf dan selamat dunia akherat (Abdullah bin Umar)”.

        Dan berkata Jibril: “Tuhanku, hamba-Mu si Fulan menyampaikan hajatnya”. Allah menjawab: “Biarkan hamba-Ku, Aku suka mendengar suaranya. Maka apabila hamba berkata: Ya Rabbi. Jawab Tuhan: Labbaika hamba-Ku, tiada engkau berdoa melainkan Aku sambut, dan tiada engkau minta sesuatu melainkan pasti Aku berikan, imma (adakalanya) Aku segerakan untukmu, atau Aku simpan untukmu yang lebih baik bagimu, atau Aku tolak daripadamu bala’ musibah yang lebih besar dari itu”.

        “Mungkin kamu tidak suka pada sesuatu, padahal itu baik untukmu”

        Berdoa itu ada dua tujuan:

        Pertama: Untuk menghias lahir kita dengan do’a, sebab do’a itu salah satu bagian dari khidmat kepada Allah, maka ia ingin berbuat demikian.

        Kedua: Berdo’a semata-mata karena menuruti perintah Allah sebab faedahnya do’a itu untuk menunjukkan/memperlihatkan adanya hajat kebutuhan dan kemiskinan diri di hadapan Allah.

        Sebaik-baik Do’a :
        Ya Allah aku mohon kepada-Mu, ridha-Mu, dan sorga, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka
        (Allahumma inni as aluka ridha ka wal jannah wa ‘a ‘uuzubika min sakhatika wannaar)

        wallahu’alam

        Comment by Irawan Danuningrat | January 14, 2011

  4. berat banget topiknya… ahahaha 😀

    Comment by Freddy | January 16, 2011 | Reply

    • Emang material bangunan??

      Ga berat kok, just see it without judgement, and you’ll see that my points are valid. Our purpose in life is to get through this life time to get the rewards on the other end.
      What we get in this life, will only be your exam material and the way you do it (I think God is a process oriented being) is the key to success… am I right or am I right?

      Comment by Miss Cynic | January 16, 2011 | Reply


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: