Bitchiness is not a Crime

Just another woman who try to look wise

3 hal… sekali lagi gw denger, gw kasih piring deh…

Ada 3 hal yg akan orang bilang (yg gw hafal luar kepala – bisa lulus kumlaude lah gw), setelah mereka tau umur gw dan ke-single-an gw…

  1. Apa lagi siy yang ditunggu… kan udah ada kerjaan bagus, karir bagus, emang mau apalagi… (dalam hati gw: gw lagi nunggu dijemput biar ga usah kasih jawaban yang bikin elu sakit hati)
  2. Udahlah ga usah kebanyakan pilih-pilih… (dalam hati gw: besok gw ke toko yang jual suami, gw borong ajah dari pada bingung milih)
  3. Elu pernah trauma berat sama cowo yah… (dalam hati gw: ELU PIKIR GW LESBIAN???)

Serius… itu selalu terulang2, dan kejadian terjadi lagi pas kemarin salah satu teman dekat gw bilang kalo dia akan segera melangsungkan pernikahannya bulan April ini (langsung deh jadi ‘bijak’) – dia bilang “Ga usah terlalu milih2 deh…”, “emang elu pernah trauma sama cowo ya?”… ARGHHHH….

Padahal gw tau banget tuh, selama dia pacaran bertahun2 ini, pacarnya udah lama ngerengek2 minta nikah. Sebelum ada tanggal nikah, dia ngerti2 ajah tuh kenapa ada orang2 yg masih milih single… lah dalam bbrp bulan tiba2 berubah… duh tolong deh, bukan berarti elu akan melangsungkan pernikahan, terus tiba2 tuhan kasih elu jadi bijak dan berbeda dengan manusia lainnya…

Dari penjelasan manis gw ke dia (dalam hati menenangkan… teman lama, teman baik, teman dekat), gw cuma bilang, “gw kan ga mau the next best thing, gw mau yg terbaik”… terus tau2 dia bilang, “engga selamanya harus yang terbaik kok”… NAH LHO… jreng jreng… jadi dia secara ga langsung bilang kalo calon bininya “the next best thing”???? – gw ngarepin dia bakal bilang, “iya gw ngerti banget tuh, makanya gw bersyukur dapet cewe gw dan mau gw nikahin pula”… lah kok itu ga kluar???

Padahal, kalo buat gw pribadi, gapapa idealis daripada hidup dalam kehidupan yg palsu… selama keputusan itu bisa buat seseorang jadi bahagia, seharusnya orang lain juga ikut bahagia… tapi kok orang2 ga pernah tanya sm gw, apakah gw bahagia dg keputusan gw, apakah hal ini membuat diri gw lebih baik, dll…

Gw tau, ini berhubungan dengan norma masyarakat… kl ga merit, ga afdol.. halah…

Kalo mau jujur sech, gw juga sayang sm gen gw kalo ga ada yg nerusin. Tapi gw juga ga mau maksa, ‘yang penting ada yang mau’ heee…. Engga separah itu juga kok… beneran deh, teman2ku yang baik… gw engga ngebet pengen kawin, ga gatel juga… ga niat gangguin rumah tangga orang, ga doyan laki orang, ga kekurangan materi sampe butuh ‘Dana’ (term dari Jepang) kaya…

Memang kadang gw kesepian, ada saat2nya gw ga tau hrs sharing sama sapa, atau saat gw males keluar beli rokok gw sering berharap punya pasangan yg bersedia ke minimarket, atau saat kartu kredit decline gw berharap ada pasangan yg siap dg cc lain, hihihi… tapi itu semua superficial kan?

Ga selamanya pasangan itu siap mendengarkan keluh kesah kita, ga selamanya suami itu mau bangun berdiri dari sofa pas lagi nonton bola untuk ke minimarket, ga selamanya suami tersenyum sumringah saat gw belanja untuk menghibur hati… sami mawon atuh…

Terus gw iseng dong, ngetesin ke temen2 gw yg masih single, gmn reaksi mereka kl gw kasih 3 pertanyaan/pernyataan basi itu… hasilnya sama… males2an jawabnya… huahahaha…

Daripada nanya atau menyatakan sesuatu yg bisa membuat kalian ditimpuk batako, mending ajak kami minum kopi dan bicara tentang apa saja… jadi kami sedikit terhibur dan kalian juga engga jadi sasaran regu tembak para single 😉

Advertisements

February 21, 2010 - Posted by | B*tching, Life in General, Marriage

23 Comments »

  1. Daripada nanya atau menyatakan sesuatu yg bisa membuat ditimpuk batako, bilang aja dimana biasa ngopi hayo..?
    hehehe…kali aja waktunya pas, siapa takut ngopi bareng…???

    Comment by Irawam Danuningrat | February 22, 2010 | Reply

    • maksudnya ngajak saya ngopi mas??

      ;D

      Comment by hapitri | February 23, 2010 | Reply

    • boleh… PM ajah dong… ntar ada orang2 yg iseng nimbrung pula…

      😉

      Comment by hapitri | February 24, 2010 | Reply

  2. Started over coffee… Started as a friend…. 🙂
    (mbak dolly, nyuwunsewu tak pinjem syairnya)

    Comment by Rondo royal | February 23, 2010 | Reply

    • haahahahahaaaa…

      Comment by hapitri | February 24, 2010 | Reply

  3. tapi kok orang2 ga pernah tanya sm gw, apakah gw bahagia dg keputusan gw, apakah hal ini membuat diri gw lebih baik, dll

    ==> Oke, sekarang kutanya saja sesuai keinginanmu hi hi hi : Apakah kamu bahagia dengan keputusan kamu ? Apakah kamu merasa kamu lebih baik ? 🙂

    Kalo aku mah perasaan nggak pernah nanya2 yang aneh-aneh kayak 3 hal itu. Males ngurusi kehidupan pribadi manusia lain. Hidup ini adalah pilihan, jika kamu sudah memutuskan sesuatu hal , jika kamu merasa sudah mempertimbangkan, sudah memikirkan dan memutuskan ya nikmati saja pilihanmu . Santai saja mbak kayak di pantai. SIP

    SALAM

    Comment by lovepassword | February 24, 2010 | Reply

    • 😀
      I am fine just the way I am 😉

      Maunya santai, tapi kalo keseringan denger hal yg berulang2 bikin pengen nimpuk piring 😀

      Comment by hapitri | February 24, 2010 | Reply

  4. I’ve been to the top of Kilimanjaro
    And feel so close to millions of stars,
    I’ve been to the depth of the dead sea
    And laid myself covered by the softness of its mud,
    I’ve been introduced to the amazing Amazon
    and learn more peculiar things inside it,
    But, tho’ I’ve oftenly met various women
    Yet I cannot picture their very deep heart….

    To me, woman is more alike swarovski crystals,
    They are so fascinating, glittering, clear and lavender
    But yet, they also fragile and complicated
    and might sometimes, confused by its too many facets.

    Comment by Irawan Danuningrat | February 24, 2010 | Reply

    • confusing? we?
      you are impossible!!

      it is men who don’t know what they want!!! All we want is just assurance and certainty.
      😀

      Comment by hapitri | February 24, 2010 | Reply

      • @My Dear Hap,
        “To me, woman is more alike Swarovski Crystals,
        which are so fascinating, glittering, clear and Lavender”
        ====
        Lavender is best known and loved for its fragrance. The herb has been used since ancient times in perfumery. As an aromatic plant, lavender lifts the spirits and chases melancholy. Taking just a few whiffs of this sweet-smelling herb is said to dispel dizziness. Traditionally, women in labor clutched sprigs of lavender to bring added courage and strength to the task of childbearing.
        =====
        how wonderful and sweet aren’t they….?
        ===
        But yet, they also fragile and complicated,
        ….
        and might sometimes, confused by its too many facets….
        (or parameters they made, as shown in a quite long list of “Administered”…..)

        best rgds

        Comment by Irawan Danuningrat | February 26, 2010

      • just a crystal?? I was hoping to be more of a diamond or something else 😛

        Comment by hapitri | March 1, 2010

      • well…. as a matter of fact, I was not talking about woman’s VALUE that cannot be compared to anything, not even to a diamond (which is valuable), but more on the nature and characteristic….. if I may.

        Comment by Irawan Danuningrat | March 1, 2010

      • aahh…. Tell me, when you were younger… did you think this way?
        please be honest 😉

        Comment by hapitri | March 8, 2010

      • I guess I do, since one’s way of thinking should have been constructed from the very beginning…. I respect, admire and need woman, and to my understanding some of them might have (emotionally) fragile, reactive and rather sensitive……

        Comment by Irawan Danuningrat | March 8, 2010

      • You’re not brought up the traditional way, do you?

        Comment by hapitri | March 11, 2010

      • Dear Hap,

        Saya tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yg memiliki background sosio-kultural yg penuh nuansa “tradisional”, pendidikan barat dan lingkup kehidupan yg agamis…
        Bagaimana “warna” saya saat ini?… entahlah, semua terpulang kepada cara dan posisi pandang yg melihat dan bendera yg sengaja kita kibarkan..

        Kita memang deserve menjadi diri sendiri, namun walau bagaimana kenyataannya kita tak hidup bersendiri bukan?

        regards

        Comment by Irawan Danuningrat | March 16, 2010

  5. Yang biasa ngurusin pilihan hidup orang lain biasanya religius.
    👿

    Comment by Tomcat | February 26, 2010 | Reply

    • huahahahaahaaaa…. well, bukan exactly religius sech… tapi orang2 yang biasanya bersikap “holier than thou” gituuu deh…

      Comment by hapitri | March 1, 2010 | Reply

  6. I guess I do, since one’s way of thinking should be constructed from the very beginning…. I respect, admire and need woman, though to my understanding some of them might have (emotionally) fragile, reactive and rather sensitive……

    regards

    Comment by Irawan Danuningrat | March 8, 2010 | Reply

  7. Dear Hap,

    Saya tumbuh dan dibesarkan oleh orang tua yg memiliki background sosio-kultural yg penuh nuansa “tradisional”, pendidikan barat dan lingkup kehidupan yg agamis…
    Bagaimana “warna” saya saat ini?… entahlah, semua terpulang kepada cara dan posisi pandang yg melihat dan bendera yg sengaja kita kibarkan..

    Kita memang deserve menjadi diri sendiri, namun walau bagaimana kenyataannya kita tak hidup bersendiri bukan?

    regards
    (sorry tadi ada salah tik email address)

    Comment by Irawan Danuningrat | March 16, 2010 | Reply

    • yeah… I’d figure… kalo ada influence barat, pasti tumbuhnya lebih liberal dan ‘buta’ 😀

      seperti yg mas Irawan bilang, we do deserve to be ourselves… and again, I can say that we can choose with who and where we want to live… I keep wondering, how would it feel to live alone… free and be our own master?
      Lonely, but free… depends on which is more important for each of us, no?

      Comment by hapitri | March 17, 2010 | Reply

      • Influence barat yg cenderung lbh berkiblat pd logika intelektual mmg terkadang terasa timpang tatkala dihadapkan pd nilai2 tradisional yg sarat nilai2 kultural & emosional, namun hal tsb menjadi lebih mudah diselaraskan melalui nilai2 spiritual.
        Saya beruntung dibesarkan ortu dlm perpaduan ketiga aspek tsb……
        dlm hal ini mungkin ESQ Executive training yg konon sgt berperan dlm menstimulasi keseimbangan peran ketiga aspek dasar kehidupan manusia patut dipertimbangkan utk diikuti oneday.
        (saya sendiri pun belum pernah ikut executive training tsb, mamun pernah membaca tanggapan positif orang2 ttg hal tsb).

        Comment by Irawan Danuningrat | March 23, 2010

      • kenapa harus ikut training2 itu??
        Hal ini kan bisa dipelajari sendiri asal kita mau buka pikiran dan ga malu mengakui our ignorance 😀

        Orang tua saya juga ga sepenuhnya traditional atau modern… I guess we are a lucky few 😉

        Comment by hapitri | April 1, 2010


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: